KATA SERAPAN

Hai sahabat Ranikidia.com di mana saja berada. Tahukah anda bahwa pembentukan kata baru sangat unik terjadi, ingin tahu prosesnya? Anda penasaran?

Cara membentuk kata baru yaitu melalui proses penyerapan dari bahasa asing.

Bahsa asing yang diambil menjadi kosakata Bahasa Indonesia diserap dan digunakan sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) yang berlaku.

Fungsi dari kata serapan itu sendiri sebagai pemerkaya perbendaharaan kosakata bahasa Indonesia.

Kata serapan ditinjau dari taraf integrasinya, dibagi menjadi dua macam yaitu:

Pertama golongan unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia. Misalnya shuttle, reshuffle.

 Kedua, golongan unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisanya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia tetapi hanya seperlunya.

Misalnya aquarium menjadi akuarium (q berubah k)

kata serapan

Photocopy menjadi fotokopi (ph berubah f, c berubah k, dan y berubah i)

 Konsonan maupun vokal kembar untuk melambangkan bunyi panjang dalam Bahasa Indonesia tidak berlaku.

Dengan demikian, unsur serapan yang berkonsonan kembar harus menjadi konsonan tunggal.

Kata Serapan

Berikut empat cara kata serapan masuk ke dalam bahasa Indonesia yakni, cara penerjemahan, cara adopsi, cara adaptasi, dan kreasi.

Pertama Cara penerjemahan terjadi bila pemakaian bahasa mengambil konsep yang terkandung dalam bahasa asing, kemudian dicari padananya dalam bahasa Indonesia.

Misal Kata yang lahir dari bahasa inggris kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, try out diterjemahkan menjadi uji coba, Overlap menjadi tumpang-tindih.

 Kedua Cara adopsi terjadi bila pemakaian  bahasa mengambil bentuk dan makna kata asing secara keseluruhan. Milasnya supermarket, plaza dan hotdog.

 Ketiga cara adaptasi terjadi bila bahasa hanya mengambil makna kata asing, sedangkan cara penulisan dan ejaanya menyesuaikan dengan bahasa Indonesia. Misal maksimal, kado

Keempat cara kreasi terjadi bila pemakaian bahasa hanya mengambil konsep dasar yang ada dalam bahasa sumbernya lalu mencari padananya dalam bahasa Indonesia.

Walaupun sekelebat memiliki kesamaan dengan cara penerjemahan, tetapi cara kreasi ini memiliki perbedaan.

Cara kreasi tidak selalu menuntut bentuk fisik yang mirip seperti pada penerjemah.   Misalnya kata berhasil guna dari kata efecve Suku cadang dari kata spare parts.

About HADI SETIYO

Hai…sahabat www.ranikidia.com sebangsa dan setanah air, Saya Hadi Setiyo, sudah lama berkecimpung di dunia pendidikan dan juga jurnalistik. Saya Mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada para pembaca www.Ranikidia.com, telah berkunjung ke web kami.

View all posts by HADI SETIYO →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *