KOMUNIKASI MEMBUTUHKAN POLA GILIR

POLA GILIR DALAM BERKOMUNIKASI

Apakah asing menurut pembaca Ranikidia.com mengenai materi pola gilir dalam berkomunikasi? Bila sepintas barang kali bisa jadi, namun jangan khawatir, di sini kita akan bersama-sama memahami lebih jauh mengenai pola gilir dalam berkomunikasi.

Pada dasarnya pola gilir dalam berkomunikasi itu memiliki tujuan, agar dapat menjaga kelangsungan, kenyamanan, dan kedamaian sehingga komunikasi berjalan secara positif. Pembicara dan pendengar saling bergantian, bekerja sama serta santun dalam menyampaikan informasi.

Komunikasi membutuhkan pola gilir

Kerja sama yang baik inilah, yang akan menunjang tercapainnya tujuan berkomunikasi. Di bawah ini akan disajikan contoh sebuah percakapan:

R: Siapa nama Anda?

S: Tina

R: Di mana rumah Anda?

S: Di Kota Metro

R: Apakah sudah berkeluarga?

S: Belum

POLA GILIR DALAM BERKOMUNIKASI
Pola gilir dalam berkomunikasi

Sekarang bedakan dengan percakapan yang satu ini:

R: Siapa nama Anda?

S: Tina. Rumah Ku Di Kota Metro, yaitu di Jalan Soekarno Hatta 16 C No 8. Aku lulusan dari UNILA dan bekerja di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)            Pembangkit Listrik Negara. Aku belum berkeluarga kerena belum ada kecocokan dengan orang yang pernah mencintai aku.

Kira-kira menurut pembaca sekalian, dari kedua percakapan di atas yang telah menerapkan pola gilir yang mana? Benar sekali jelas yang pertama, sedangkan yang belum menerapkan polagilir?  jelas yang kedua, mengapa? karena masih banyak didominasi oleh yang kedua yaitu S. Saling bergantian sehingga saling seimbang ini lebih terlihat dan memang demikian.

Kita ambil contoh yang lain, Bapak, Ibu guru kita, ketika berada di depan kelas, ketika menerangkan suatu pelajaran, kemudian seluruh siswa mendengarkan dan dilanjutkan dengan melakukan tanya jawab. Peserta didik diberikan kesempatan secara bergantian. Ya seperti ini lah akan terjadi pola gilir. Pemakaian pola gilir yang pas dan tidak didominasi salah satu pembicara akan memunculkan keharmonisan, walaupun kadang-kadang isinya baru diketahui setelah satu rangkaian percakapan usai.

Demikian sedikit penjelasan mengenai materi Komunikasi Membutuhkan Pola Gilir, sebenarnya hal seperti ini kerap kali kita telah menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, namun secara tidak sadar, ya tidak? Yang jelas, bila kita berbicara dengan teman baik satu, dua, bahkan tiga, berilah kesempatan untuk bergantian apa yang akan disampaikan.

About HADI SETIYO

Hai…sahabat www.ranikidia.com sebangsa dan setanah air, Saya Hadi Setiyo, sudah lama berkecimpung di dunia pendidikan dan juga jurnalistik. Saya Mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada para pembaca www.Ranikidia.com, telah berkunjung ke web kami.

View all posts by HADI SETIYO →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *