Sensasi Suhu Extrem Si kunir Puncak Dieng yang Menawan

Sensasi Suhu Extrem Si kunir Puncak Dieng yang Menawan

Ranikidia.com- Sensasi Suhu Extrem Si kunir Puncak Dieng yang Menawan, tempat wisata yang musti di kunjungi bila ke Jawa Tengah.

Dataran Tinggi Dieng merupakankawasan vulkanik aktif, berlokasi di Jawa Tengah, masukke dalamKabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, persis di sebelah Barat Gunung Sindoro dan Sumbing.

Dataran tinggi Dieng Mempunyai Ketinggian rata-rata sekitar 2.000 M di atas Permukaan Laut, mempunyai Suhu kisaran 12-20 C di siang hari dan 6-10 C pada malam hari, pada musim kemarau, suhu udaranya mencapai 0 C di pagi hari hingga memunculkan embun beku.

Walau begitu, Dieng menyajikan panorama alam pemandangan nan indah, menyaksikan matahari terbit dari puncak gunung dari balik kabut, hutan yang lebat, lembah yang menajubkan.

Matahari mulai muncul nampak dari Puncak Si Kunir

Ya.. Puncak Sikunir namanya….masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama tersebut, entah mimin kurang faham asal nama itu atau karena objek wisata yang menyaksikan deti-detik matahari akan terbit?

Pengunjung untuk menuju puncak Sikunir Gunung Dieng, bila mengendarai bus harus parkir di terminal Kali Anget.

Di terminal Kali Anget akan ada pemanduwisata yang memberikan pengarahan apa yang harus dilakukan ketika mendaki di Puncak Kunir Gunung Dieng.

Di terminal Kali Anget ini, suhu mulai terasa dingin pada malam hari, bila ingin menyaksikan matahari terbit memang persiapan dilakukan pada saat malam hari.

Di terminal Kali Anget akan ada orang yang menjual perlengkapan pendakian, seperti penutup kepala (ciput), sarung tangan, kaos kaki yang tentunya berlebel DIENG.

Mimin Kedinginan ni gaees

Jadi, pengunjung tidak susah payah membawa dari rumah, karena harganyapun tidak terlalau mahal untuk kita miliki.

Saran mimin, sebaiknya kita memang harus melengkapi keperluan saat pendakian terutama, jaket yang tebal dan juga perlengkapan yang telah disebutkan di atas sertajuga sepatu.

Perjalan awal yang kita lalui, setelah dari terminal kali anget menggunakan kerdaraan bus tayo, mengapa disebut bus tayo? karena memang desain dan bentuknya menyerupai bus tayo.

Perjalanan menggunakan bus tayo menempuh waktu kurang lebih 1 jam perjalanan, menaiki lereng pegunungan.

Sampailah  tempat yang tidak jauh dari lereng gunung dieng, pengunjung diberikan kembali pengarahan pemandu wisata, karena akan memulai pendakian.

Tiba ditempat ini menjelang subuh, bagi pengunjung yang hendak menunaikan sholat subuh disediakan mushola, tempat ini suhu mulai exktrem, air wudu yang digunakan seperti air es dalam kulkas.

Wah..wah.. dingin yang luar bisa, padahal, mimin ini kecilnya tinggal dipegunungan Liwa, namun suhu yang dirasakan luar biasa.

Pengunjung mulia melakukan pendakian dengan melewat paping, dan tanjakan yang tajam, nafas harus diatur, tenaga harus tetap dijaga.

Alangkah baiknya membawa bekal dan air minum secukupnya, jangan membawa beban yang terlalu banyak karena akan menyulitkan diri sendiri.

nampak gunung menjulang tinggi dari kejauhan

Perjalan ini belum selesai, ternyata, hingga menuju kaki gunung dieng saja perlu waktu 30 menit, batasnya sampai habis jalan yang berpaping.

Setelah menempuh perjalanan 30 menit, sampailah gunung yang tampak besar dan tinggi, dengan pepohonan yang besar jenis tumbuhan pinus dan semak belukar.

Kontur jalan yang berbatu, kurang belih lebar 1,5 M, bila dipahami, batu-batu ini memang sengaja ditata seperti underlak, yang dibuat seperti ulir baut mengitari gunung.

Nafas mulai terengah-engah, lulut yang mulai ngilu, menopang badan dan langkah demi langkah mulai lunglai, sampai pada pos pertama butuh waktu 30 menit.

Disinilah, mulai tampak samar-samr sinar surya dari bebalik rerimbunan pohon dan muncul dari balik deretan pegunungan nan jauh di sana.

momen pendakian sabil menikmati hamparan nan indah

Rasa payah pun mulai terbayar dengan sajian pemandangan yang  terlihat sejauh mata memandang, pengunjung, mulai makin penasaran lagi dan ingin menuju pos yang terakhir Puncak Si kunir.

Segenap tenaga di umpulkan kembali, satulangkah, dualangkah diayunkan menuju pos yang terakhir, dan alhamdulilah mimin beserta rombongan sampai dengan selamat dipuncak Kunir Gunung Dieng.

Panorama alam yang menawan, menyaksikan detik-detik matahari muncul yang berwarna kuning keemasan sangat nampak sekali.

pepohonan rimbun di seberang bukit

Semua terbayar lunas, apa yang kita saksikan pada saat itu, tidak ada satupun yang tampak diraut wajah pengunjung yang bersedih.

Jangan lupa oleh-oleh khas Dieng yang satu ini, rica-rica gaesss, beli di lokasi sekitar bus tayo parkir itu, sebelum menju puncak, tentunya  jauh lebih murah ketimbang selain di sana,hee

Gimana? Beranikah melakukan tantangan yang satu ini, mendaki dengan suhu yang ekstrem untuk liburan kali ini?

About HADI SETIYO

Haiā€¦sahabat www.ranikidia.com sebangsa dan setanah air, Saya Hadi Setiyo, sudah lama berkecimpung di dunia pendidikan dan juga jurnalistik. Saya Mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada para pembaca www.Ranikidia.com, telah berkunjung ke web kami.

View all posts by HADI SETIYO →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *