Materi Bahasa Indonesia Kelas XII SMA/SMK Menikmati Cerita Sejarah Pertemuan Kedua

Materi Bahasa Indonesia Kelas XII SMA/SMK Menikmati Cerita Sejarah Pertemuan Kedua

Menganalisi Kebahasaan Teks Cerita (Novel) Sejarah

Bahasa yang digunakan dalam novel sejarah yaitu konotatif dan enofatif, berbeda dengan bahasa ilmiah menggunakan denotatif dan rasional.

Bahasa konotatif dan enofatif yang disampaikan pengarang terlihat pada rekayasa bahasa dari berbagai gaya bahasa, pencitraan serta beragam pengucapan (style).

Adapun kaidah kebahasaan novel sejarah meliputi:

1. Penggunaan kalimat lampau

Contoh: dalam banyak hal Gajah Mada bahkan sering mengemukaan pendapat-pendapat yang tidak terduga dan membuat siapa pun yang mendengar akan terperangah.

2. Penggunaan kata urutan waktu (konjungsi, temporal), misalnya sejak saat itu, mula-mula, kemudian.

Contoh:  Sejak saat itu, juara gulat itu pergi Sang Adipati bangkit dan berjalan tenang-tenang masuk ke Kadipaten.

3. Penggunaan kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan (kata kerja material).

Contoh: Emban tua itu melanjutkan tugasnya, kali ini untuk Sekar Kedaton Dyah Wiyat yang terlihat lebih tegar dari kakanya….

4. Penggunaan kata kerja tak langsung, misalnya mengatakan bahwa, menceritakaan tentang, menurut, mengungkapkan, menanyakan, menyatakan, menuturkan.

Contoh: Riung Samudera menyatakan bahwa ia masih bingung dengan semua penjelasan Kendit Galih tentang masalah itu.

5. Penggunaan kata kerja yang dirasakan oleh tokoh (kata kerja mental), misalkan merasakan, mengiginkan, mengharapkan, mendambakan, menganggap.

Contoh: Gajah Mada menginginkan sependapat dengan jalan pikiran Senopati Gajah Enggon.

Materi Bahasa Indonesia Kelas XII SMA/SMKMenikmati Cerita Sejarah Pertemuan Kedua

6. Penggunaan dialog, cirinya menggunakan tanda petik ganda (“….”) dan tuturan langsung.

“Mana surat itu?”

Baca juga: Materi Bahasa Indonesia Kelas XII SMA/SMK Menikmati Cerita Sejarah Pertemuan Pertama

7. Menggunakan kata-kata (Descriptive language) penggambaran tokoh, tempat atau suasana.

Contoh: Gajah Mada mempersiapkan diri sebelum berbicara dan menebar pandangan mata menyapu wajah semua pimpinan prajurit, pimpinan dari satuan masing-masing.

Menjelaskan Makna Kias yang terdapat dalam Teks Cerita (Novel) Sejarah

Selain penggunaan bahasa dengan kaidah kabahasaan, banyak juga menggunakan kata atau frasa yang bermakana kias.

Pengunaan kata atau farasa kias digunakan penulis guna membangkitkan imaji pembaca ketika membaca dan memperindah cerita.

Contoh, disebelahnya Gajah Mada membeku, membeku= diam saja.

Novel sejarah selain penggunaan kata atau farasa menggunakan juga penggunaan pribahasa

Contoh, Hidup rakyat Maja Pahit boleh dikata Gemah ripah loh jinawi kerta tata raharja, hukum ditegakkan…..

Gemah ripah loh jinawi kerta tata raharja dari pribahasa jawa yang artinya hidup makmur aman tentram.

Mengidentifikasi Nilai-nilai dalam Novel sejarah

Karya sastra dikatan baik, apabila mengandung nilai (value) yang terdapat dalam alur, latar, tokoh dan tema yang dikemas secara implisit.

Nilai-nilai yang terkandung dalam novel sejarah meliputi nilai budaya, nilai moral, nilai agama, nilai sosial dan nilai estetis.

1. Nilai budaya mengandung kebudayaan, peradaban di masyarakat.

2. Nilai moral/etik mengandung petuah/ajaran tentang etika/moral.

3. Nilai agama mengandung nilai-nilai agama.

4. Nilai sosial mengandung hubungan antara individu dalam masyarakat.

5. Nilai estetis mengandung nilai keindahan (keindahan struktur cerita, fakta, teknik penyajian cerita)

About HADI SETIYO

Hai…sahabat www.ranikidia.com sebangsa dan setanah air, Saya Hadi Setiyo, sudah lama berkecimpung di dunia pendidikan dan juga jurnalistik. Saya Mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada para pembaca www.Ranikidia.com, telah berkunjung ke web kami.

View all posts by HADI SETIYO →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *