Materi Bahasa Indonesia Kelas XII SMA/SMK Menikmati Cerita Sejarah

Materi Bahasa Indonesia Kelas XII SMA/SMK Menikmati Cerita Sejarah

Ranikidia.com- Materi Bahasa Indonesia Kelas XII SMA/SMK Menikmati Cerita Sejarah, pembelajaran daring yang akan kita bahas sekarang.

Hai-hai, semoga semua dalam keadaan sehat selalu, selalu ceria memandang suatu perkara dengan senantiasa berfikir positif.

Belajar terus dan selalu belajar agar, menjadikan kita terbiasa memperoleh informasi yang bermanfaat untuk diri kita sebagai bekal pengetahuan.

Bagaimana saya akan mendapatkan sebuah informasi? Tentunya harus membaca bahan pembelajaran ini sampai dengan akhir.

Pembahasan pembelajaran daring sudah tidak lagi mengenai surat lamaran pekerjaan, namun bertambah satu lagi tentang menikmati cerita sejarah.

Novel sejarah adalah novel yang berisikan kejadian yang bersifat fakta masa lalu dari suatu latar belakang yang bersifat deskripsi atau narasi.

Berdasarkan penjenisanya,  novel ulang terbagi menjadi 3 jenis, antara lain rekon pribadi, rekon faktual serta rekon imajinatif.

Materi Bahasa Indonesia Kelas XII SMA/SMK Menikmati Cerita Sejarah

1. Rekon pribadi adalah novel yang berisi kejadian keterlibatan penulis secara langsung.

2. Rekon faktual (Informasional) adalah novel yang berisikan faktual, contoh eksperimen polisi, laporan atau ilmiah.

3. Rekon Imajinatif novel yang berisikan kejadian faktual dihayalkan secara lebih rinci.

Jika dilihat dari uraian di atas, novel sejarah termasuk  rekon imajinatif, novel tersebut asli berdasarkan fakta dan dikisahkan dengan sudut pandang lain.

Baca juga: Cara Mudah Buat Website/Blog Gratis Buat Pemula

Mengidentifikasi struktur  teks Cerita Sejarah

Adapun struktur teks cerita sejarah sebagai berikut;

1. Adanya pengenalan situasi cerita (orientasi, eksposition)

Memuat pengenalan setting dari sebuah cerita baik itu waktu, tempat dan juga peristiwa, pengenalan para tokoh, penataan adegan serta hubungan antar tokohnya.

2. Adanya pengungkapan peristiwa

Dimulai dari peristiwa awal yang menimbulkan berbagai masalah, pertentangan serta kesukaran tokoh.

3. Pemunculan konflik (rising action)

Pada pemunculan konflik mulai adanya perhatian kehebohan, kegembiraan atau keterlibatan situasi yang menyebabkan pertambahan kesusahan tokoh.

4. Adanya puncak konflik (turning point, komplikasi)

Ada juga yang menyebut bagian klimaks, ini adalah bagain penceritaan yang menegangkan/mendebarkan, adanya perubahan nasib tokoh.

5. Adanya penyelesaian (evaluasi, resolusi)

Adanya penilaian nasib dari para tokoh setelah peristiwa puncak, ada juga yang menamakan sabagai wujud/kondisi akhir yang dialami tokoh.

6. Koda

Komentaran dari semua  cerita sebagai bagaian dari penutup, komentar ini dapat disampaikan langsung oleh pengarang atau perwakilan tokoh.

Perlu digaris bawahi tidak semua novel memiliki koda, novel modern lebih memilih pembaca untuk menebak sendiri akhir ceritanya.

About HADI SETIYO

Haiā€¦sahabat www.ranikidia.com sebangsa dan setanah air, Saya Hadi Setiyo, sudah lama berkecimpung di dunia pendidikan dan juga jurnalistik. Saya Mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada para pembaca www.Ranikidia.com, telah berkunjung ke web kami.

View all posts by HADI SETIYO →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *