Petani Garap Sawah, Harapan Beras Tidak Naik Seperti Bulan Terakhir

Ranikidia.com– Areal persawahan yang berada di Kota Metro, maupun yang ada disekitarnya mulai di garap oleh petani.

Pasalnya beberapa bulan terakhir, sawah mengalami kekeringan, lantaran irigasi yang mengalirkan air masih dalam tahap renovasi.

Hal ini terlihat, bila anda melewati jalan utama dari Kota Metro menuju Bandar Lampung maupun sebaliknya, di sisi kiri (bila dari Kota Metro menuju arah Bandar Lampung) dan sisi kanan (bila dari Bandar Lampung Menuju arah Kota Metro) irigasi dalam proses perbaikan.

Tidak adanya suplai air ini, yang menyebabkan areal persawahan yang ada di Kota Metro mengalami kekeringan.

Foto persawahan di lokasi Kauman (Areal Kantor pajak) pada saat kekeringan

Kendati mengandalkan kiriman dari air hujan saja, maka belum mampu menampung air, dan pada bulan lalu curah hujan masih jarang.

Lahan persawahan, bila tetap dipaksakan untuk di tanami padi maka, pertumbuhanya pun tidak maksimal.

Petani Garap Sawah, Harapan Beras Tidak Naik Seperti Bulan Terakhir

maka petani memanfaatkannya dengan menanami pala wija, seperti jagung dan cabai.

Walau begitu, tetap saja petani melakukan penyiraman secara berkala.

Baca juga: Tips Mengobati Sakit Gigi yang Tidak Kumat Lagi

Tips Alami yang Paling Mujarab Mengobati Ambeien/Wasir

Dengan kondisi petani tidak menanam padi,  maka harga beras di Kota Metro, mengalami kenaikan, terlihat di pasar pagi 24, yang semula beras kualitas sedang seharga 10 ribu per/kg menjadi 11 ribu/kg

Setelah sampai di pengecer, harga beras kualitas sedang, yang awalnya 11 ribu/kg kini menjadi 12 ribu/kg. Menurut keterangan pedagang, salah satu faktor penyebab naiknya harga beras tersebut karena petani tidak dapat menanam padi.

“Beras naik terus Mas, sawahnya kekeringan, jadi petani gak nanam, ini beras suplai berasal dari luar Metro”, “Ujar bu Atik”, pedagang beras.

“Beras kualitas super malah 13 ribu/kg. Saya gak ambil, bingung mau jualnya” pungkas beliau.

Namun kini, petani dapat bernafas lega, karena areal persawah mereka sudah dapat di garap kembali.

Dari sawah pula hidup mereka bergantung, suplai air melalui irigasi debitnya penuh terisi kembali.

Persawahan mulai di garap di Jl. Stadion Metro Timur

Aktifitas yang mereka kerjakan sekarang, terfokus pada pengolahan lahan, serta penyemaian dengan membuat bedengan dan di tebari benih padi.

Penggarapan tergolong modern, sudah banyak petani yang memanfaatkan teknologi dengan menggunakan mesin pembajak sawah.

Sudah jarang mengolah lahan dengan menggunakan hewan ternak, namun dalam hal perawatan pematang sawah masih manual, yakni menggunakan cangkul.

Dengan petani  mulai melakukan aktifitas menggarap sawahnya, harapanya mendapat panen yang berlimpa dan harga beras kembali stabil.

About HADI SETIYO

Hai…sahabat www.ranikidia.com sebangsa dan setanah air, Saya Hadi Setiyo, sudah lama berkecimpung di dunia pendidikan dan juga jurnalistik. Saya Mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada para pembaca www.Ranikidia.com, telah berkunjung ke web kami.

View all posts by HADI SETIYO →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *